Breaking News

Sabtu, 10 Juni 2017

Unknown

Persijap Gelar Uji Coba Melawan SU Pacitan FC

Persijap Gelar Uji Coba Melawan SU Pacitan FC
BM3, JEPARA - Laga uji coba kembali digelar Persijap Jepara pada jeda kompetisi Liga 2 musim ini. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat ini menerima tantangan dari tim sesama kontestan Liga 2, Sragen United Pacitan FC (SU Pacitan FC) di Stadion Pacitan, Minggu (11/6).

Laga uji coba melawan SU Pacitan FC merupakan pertandingan uji coba ke-dua Persijap di jeda bulan Ramadan ini. Pada uji coba pertama melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri 3 Juni lalu, Persijap kalah tipis 1-0.

Pelatih Persijap, Fernando Sales mengatakan, uji coba melawan SU Pacitan FC akan digunakan olehnya untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain yang selama ini jarang diberikan kesempatan bermain.

Selain itu, pelatih asal Brasil ini juga ingin melihat kemampuan empat pemain yang tengah menjalani seleksi diantaranya Syahrul Romadhon (penyerang sayap), Afif Rosidi (bek), Tabah Nusantara (penyerang) dan Yusuf (kiper).

"Kami membawa 22 pemain ke Pacitan. Beberapa pemain inti memang sengaja kami tinggal untuk memberikan kesempatan pemain lain menunjukkan kemampuan," terang Sales
.
Senada dengan Sales, Direktur Teknik Persijap, Carlos Raul Sciucatti juga berharap agenda uji coba ini bisa membuat timnya memiliki persiapan matang dalam menatap sisa laga musim ini.

"Ini kesempatan untuk pemain seleksi menunjukkan sejauh mana kualitas yang mereka miliki," tandas Carlos Raul.

Kamis, 04 Mei 2017

Anonim

Panpel Persijap Mulai Terapkan Tiket Gelang dan Diskon Tiket Untuk Pelajar

BM3, JEPARA - Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persijap Jepara mulai menerapkan penggunaan tiket gelang pada lanjutan kompetisi Liga 2 Grup 3 melawan Persibangga Purbalingga, Minggu (7/5).

Koordinator panpel Persijap, Arief Setiadi mengatakan, selama ini pihaknya masih menggunakan tiket kertas untuk setiap laga kandang klub berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut.

Namun dalam prakteknya, penggunaan tiket kertas sedikit merepotkan para petugas portir dalam memeriksa suporter yang masuk ke dalam stadion.

Untuk itulah, panpel Persijap melakukan inovasi dengan mengganti penggunaan tiket kertas menjadi tiket gelang.

Harapannya, penggunaan tiket gelang ini akan memudahkan petugas portir dalam mengidentifikasi suporter serta menekan angka kebocoran.

"Sebenarnya tiket gelang telah kita uji coba pada launching Persijap beberapa waktu lalu dan berjalan suskes," kata Koordinator panpel Persijap, Arief Setiadi.

Arief mengklaim, tiket model gelang ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan tiket model kertas. "Tiket gelang ini tahan air. Pemakaiannya juga mudah, tinggal dilekatkan saja," lanjutnya.

Selain itu, inovasi lain juga dilakukan panpel Persijap, yaitu memberlakukan diskon tiket khusus untuk pelajar bagi SD, SMP dan SMA. Nantinya, setiap suporter Persijap yang berstatus pelajar berhak mendapatkan diskon tiket sebesar Rp 5 ribu. 

Syaratnya, suporter Persijap berstatus pelajar harus menunjukkan kartu pelajar saat membeli tiket pertandingan. Dan setiap pelajar hanya diperbolehkan membeli satu tiket pertandingan saja.

"Saya ingin menambah kenyamanan masyarakat pecinta sepak bola di Jepara, dengan membeli tiket yang bisa dikenakan di lengan mereka. Dan juga terdapat diskon tiket bagi pelajar, agar tidak memberatkan dan semakin loyal mendukung Persijap," tambah CEO Persijap, Esti Puji Lestari. 

Untuk laga melawan Persibangga, panpel Persijap mencetak tiket sebanyak 15 ribu tiket gelang dan dibagi dalam empat kategori, yaitu Rp 15 ribu (belakang gawang), Rp 20 ribu (tribun timur), Rp 35 ribu (tribun VIP) dan Rp 50 ribu (tribun VVIP).

Persijap sendiri tengah dalam tren positif dalam mengarungi Liga 2. Meraih kemenangan dalam dua laga awal (4-1 melawan PSGC Ciamis dan 2-1 melawan Persibas Banyumas), Laskar Kalinyamat untuk sementara menghuni posisi runner up Grup 3 di bawah PSCS Cilacap yang telah memainkan tiga pertandingan.

Klub asuhan pelatih Fernando Sales ini berpeluang menggeser posisi PSCS di puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Persibangga akhir pekan ini.
#persijapjepara #persijap5yearsplan

Rabu, 22 Maret 2017

Anonim

Persijap Jepara Resmi Putus Kontrak Liestiadi

Persijap Jepara Resmi Putus Kontrak Liestiadi
BM3 - Manajemen Persijap Jepara secara resmi memutuskan kontrak pelatih kepala Liestiadi, Rabu (22/3). Menurut CEO Persijap, Esti Puji Lestari, pemutusan kontrak ini atas kesepakatan bersama dari kedua belah pihak. 

"Pelatih kepala Pak Liestiadi menyatakan ingin fokus menjadi instruktur di kepelatihan nasional karena jasa beliau sangat dibutuhkan di bidang itu," kata Esti.

Dia menegaskan, klausul tentang ini ada di kontrak bahwa bilamana pelatih kepala memutuskan membantu PSSI atau timnas, Persijap akan merelakan Liestiadi untuk mengemban tugas negara. 

"Persijap berterima kasih atas segala dedikasi dan pencapaian beliau dalam membentuk tim hingga hari ini, dan berharap coach Liestiadi sukses dengan karier yang ditempuh sekarang dan di masa yang akan datang," imbuh Esti. 

Tim Persijap untuk sementara akan dipimpin oleh direktur teknik Carlos Raul Sciucatti dan asisten pelatih M. Yusuf hingga pelatih baru yang sedang dinegosiasi akan datang ke Jepara. 

Dikonfirmasi terpisah, Liestiadi membenarkan pernyataan dari manajemen terkait pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala di Persijap. "Saya ingin fokus menjadi instruktur kepelatihan di PSSI. Tidak bisa pegang dua-duanya, jadi saya memilih mundur dari Persijap," kata Liestiadi, kepada Goal Indonesia.


Sumber : Goal.com

Selasa, 21 Maret 2017

Anonim

Persijap Berencana Datangkan Mantan Bek Chelsea

Persijap Berencana Datangkan Mantan Bek Chelsea
BM3 - Bola.com, Jepara - Regulasi marquee player menjadi pembahasan hangat di sepak bola Indonesia, khususnya Liga 1 sejak beberapa pekan terakhir. Kedatangan mantan bintang Chelsea dan Real Madrid, Michael Essien ke Persib Bandung membuat sejumlah klub lain melakukan hal serupa. Langkah tim Maung Bandung diikuti Madura United yang memboyong mantan striker Stoke City, Peter Odemwingie.

Setelah Persib dan Madura United, kini giliran kontestan Liga 2, Persijap Jepara yang berencana mendatangkan pemain kelas dunia. Adalah mantan bek Chelsea, Khalid Boulahrouz yang akan di datangkan ke Kota Ukir. Namun kedatangan mantan stopper Timnas Belanda itu tidak untuk memperkuat tim Laskar Kalinyamat di Liga 2, tetapi diundang dalam launching tim yang akan berlangsung 15 April mendatang.

''Bulan kemarin saya bertemu dengan beliau di Belanda dan sudah ada komunikasi intensif. Secara lisan setuju untuk datang ke Jepara dan akan kami tindak lanjut lagi,'' ungkap CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari kepada Bola.com, Minggu (19/3/2017).

Tak hanya datang ke launching, pembicaraan dengan Boulahrouz diakui Esti bagian dari kampanye sepak bola wanita. Menurutnya, pesepak bola 35 tahun itu cukup antusias dengan konsep sepak bola wanita Persijap Kartini. Untuk itu, Bouhlahrouz juga memberikan coaching clinic kepada pemain wanita Persijap sekaligus ikut mempopulerkan sepak bola wanita di Tanah Air.

''Konsepnya terus kami matangkan. Dalam pembicaraan, ia memang antusias dengan sepak bola wanita. Nanti saat launching juga bermain melawan Persijap Legend untuk menghibur masyarakat,'' tukasnya.

Persijap baru saja mendatangkan Timnas All-Star untuk beruji coba di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (18/3/2017). Timnas All-Star menang 3-1 atas tim yang akan bermain di Liga 2 itu.

Sumber : Bola.com

Senin, 20 Maret 2017

Anonim

Persijap Petik Pelajaran usai Kalah dari Timnas All Star

Persijap Petik Pelajaran usai Kalah dari Timnas All Star
BM3 - Bola.com, Jepara - Persijap Jepara memetik banyak pelajaran dari uji coba melawan Timnas All-Star. Tim berjulukan Laskar Kalinyamat takluk itu 1-3 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (18/3/2017).

Tiga gol Timnas All Star diciptakan Syamsir Alam (dua gol) dan Airlangga Sucipto pada babak kedua. Sedangkan Persijap memperkecil skor lewat Adit Wafa.

Kekalahan itu jadi kali pertama bagi tim yang dilatih Liestiadi Sinaga itu dalam uji coba yang sudah dihadapi. Persijap selalu memetik kemenangan termasuk mengalahkan Persib Bandung dan Persis Solo.

Asisten pelatih Persijap, M. Yusuf, mengakui timnya tampil kurang maksimal dari sisi permainan, terutama di babak kedua. Terlebih, lapangan yang tergenang di babak pertama dinilai menyulitkan.

"Kami terlalu longgar dan memberikan kesempatan lawan untuk mengembangkan permainan sehingga kami yang justru tertekan. Ini yang kami cermati untuk evaluasi tim pelatih," kata M. Yusuf kepada Bola.com.

Yusuf menambahkan para pemain kurang cepat dalam menutup pertahanan saat kehilangan bola. Beberapa kali jarak pemain dengan lawan terlalu jauh sehingga banyak kehilangan posisi. "Ada evaluasi tiap lini. Kami optimistis perkembangan positif semakin terlihat dan tim ini akan tambah kuat," tegasnya.

Disinggung perubahan pemain di babak kedua yang membuat Persijap dibobol tiga gol, M. Yusuf menjelaskan lantaran belum ada skuat utama maupun pelapis di timnya. Menurutnya, tiga gol lawan terjadi karena longgarnya permainan serta kondisi lapangan yang membaik di awal babak kedua.

"Hasil itu jadi bahan evaluasi kami untuk memperbaiki beberapa kelemahan yang masih terjadi. Harapannya saat kick-off Liga 2, semuanya sudah teratasi," kata M. Yusuf.

Sumber : Bola.com

Jumat, 10 Maret 2017

Anonim

Belajar Manajemen Klub, Bos Persijap Berkunjung ke Atletico Madrid

Belajar Manajemen Klub, Bos Persijap Berkunjung ke Atletico Madrid
BM3, TRIBUNJATENG.COM, JEPARA -- Demi untuk membentuk sistem sepakbola yang profesional, CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari melakukan baru saja melakukan studi banding ke Spanyol tepatnya di markas Atletico Madrid.

Esti mengungkapkan tujuannya selain ingin melihat lebih dekat mengenai suasana di kandang Fernando Tores dkk juga ingin melihat bagaimana pengelolaan dan manajemen salah satu klub elite La Liga tersebut.

"Kami ingin melangkah lebih jauh kami ingin belajar dari yang sudah profesional tentang pengelolaan klub. Ilmu yang didapat nantinya akan kami praktekkan di Indonesia," ujarnya pada Tribun Jateng, Rabu (8/3).

Tak hanya itu misi lain CEO Persijap Jepara tersebut yakni mempelajari mengenai pengelolaan sepakbola putri yang juga tak kalah moncer dengan klub putra.

Ya, Esti yang saat ini dipercaya sebagai penyelenggara Turnamen sepakbola Putri tengah getol untuk membangkitkan sepakbola putri di kancah nasional.

"Iya sekaligus kami ingin belajar untuk mengelola tim sepakbola putri. Seperti diketahui di Indonesia kan saat ini tim putrinya sedang mati suri bahkan nyaris tenggelam. Nah saya ingin cari ilmu disini supaya bisa dikembangkan nanti di Indonesia supaya bisa bangkit lagi bahkan kalau bisa mampu berkontestasi hingga level internasional," tandasnya.

Sumber : Tribun Jateng

Kamis, 09 Maret 2017

Anonim

Agustus, Atletico Madrid Bertandang ke Jepara

Agustus, Atletico Madrid Bertandang ke Jepara
BM3 - Tim raksasa La Liga, Atletico Madrid akan datang ke Jepara pada Agustus 2017 mendatang. Tim asal Ibu Kota Spanyol itu bakal melawan Persijap Jepara dalam pertandingan persahabatan yang akan dilakukan di Stadion Gelora Bumi Kartini.

CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari, mengatakan tim yang akan datang ke Jepara adalah tim utama. Namun jangan salah, yang bakal datang adalah tim utama sepakbola wanita yang dimiliki oleh Atletico Madrid.

Kedatangan tim tersebut didasari atas kunjungan yang dilakukan oleh manajemen Persijap beberapa waktu yang lalu. Dari kunjungan itu kemudian disepakati adanya pertandingan persahabatan antara kedua tim pada Agustus mendatang.

“Agustus nanti kita akan hadirkan Atletico Madrid, rencananya main di Jepara,” ucapnya kepada INDOSPORT.

Berbagai persiapan untuk menghadapi pertandingan itu sudah dilakukan mulai saat ini. Tim sepakbola wanita yang dimiliki oleh Persijap terus berlatih dan mengikuti arahan dari tim pelatih. Tidak hanya itu saja, mereka juga akan mengikuti berbagai kompetisi yang ada.

Ia berharap kedatangan tim raksasa asal Spanyol itu ke Jepara bisa menambah pengalaman bagi tim. Dengan seperti itu Jepara bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya persepakbolaan wanita di Indonesia. Ia juga berharap sepakbola wanita juga bisa lebih berprestasi layaknya Kartini pada masa perjuangan dulu.

Sumber : Indosport